Sinergi Administrasi Pengelolaan Keuangan Desa Tumbang Posu
Oleh admin damang batu / April 21, 2026

Tumbang Marikoi – Sejalan dengan upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, Inspektorat Kabupaten Gunung Mas resmi menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan di wilayah Kecamatan Damang Batu. Langkah ini diambil guna memastikan akuntabilitas pengelolaan aset dan keuangan di tingkat desa untuk melaksanakan Pemeriksaan Khusus (Riksus) atas Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Tumbang Posu.
Tim audit ini dipimpin oleh Hery Kano, S.ST., M.Si, CGCAE selaku Wakil Penanggung Jawab, didampingi oleh Pengendali Teknis Endang, S.E, serta Wilson Beni, S.P selaku Ketua Tim. terhitung mulai tanggal 20 hingga 22 April 2026. Kegiatan pemeriksaan ini merupakan bagian fokus utama tim untuk melakukan verifikasi lapangan serta evaluasi administratif guna memastikan seluruh penggunaan dana desa tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kehadiran tim auditor ini diharapkan dapat memberikan pembinaan sekaligus evaluasi bagi perangkat desa, sehingga tercipta pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat Desa Tumbang Posu. Tim dari Inspektorat Kabupaten Gunung Mas langsung melakukan koordinasi administratif. Langkah awal ini menjadi bagian penting sebelum tim terjun langsung melakukan pemeriksaan di Desa Tumbang Posu.
Dalam tata kelola administrasi yang tertib dan transparan dalam menjalankan tugas negara dengan melakukan verifikasi dokumen dan menyiapkan segala keperluan pendukung untuk kelancaran tim audit selama tiga hari ke depan. Kehadiran dokumen resmi Inspektorat menjadi bukti dimulainya pengawasan formal terhadap pengelolaan keuangan dan aset desa di wilayah tersebut.
Koordinasi yang solid antara tim auditor dan pihak kecamatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengumpulan data di lapangan, sehingga hasil evaluasi yang didapatkan nantinya benar-benar akurat dan mampu mendorong perbaikan tata kelola di tingkat desa.

Lembaga Wana Aksara Gelar Pemaparan Hasil Kajian Sosial di Kecamatan Damang Batu
Oleh admin damang batu / April 21, 2026

DAMANG BATU – Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga kajian dan pemerintah daerah, Lembaga Wana Aksara dijadwalkan akan menggelar agenda penting berupa Pemaparan Hasil Kajian Sosial pada Sabtu, 18 April 2026 mendatang. Acara ini akan dipusatkan di Kantor Kelurahan Tumbang Marikoi Kecamatan Damang Batu.
Camat Damang Batu, Bapak Boby Bangas, hadir dan memberikan tinjauan langsung terhadap hasil kajian tersebut dari paparan Ketua Lembaga Wana Aksara, Muhammad Rafi Bimo Nugraha. Kegiatan ini bukan sekadar presentasi formal, melainkan sebuah ruang dialog strategis. Lembaga Wana Aksara bermaksud melibatkan para pemangku kepentingan, terutama pemerintah desa dan masyarakat setempat, guna menghimpun masukan, saran, serta pandangan yang konstruktif. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di masa depan memiliki landasan sosial yang kuat dan relevan dengan kondisi di lapangan.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa partisipasi aktif dari pimpinan wilayah dan tokoh masyarakat sangat krusial. Kehadiran para pemangku kepentingan dipandang sebagai bentuk dukungan nyata dalam mewujudkan perencanaan program yang partisipatif, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dengan adanya keterbukaan informasi melalui pemaparan hasil kajian ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang solid antara Lembaga Wana Aksara dan perangkat daerah demi kemajuan pembangunan sosial di wilayah Kecamatan Damang Batu.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Wana Aksara secara resmi memaparkan hasil Kajian Sosial terkait wilayah kerja PT Sikatan Wana Raya (SWR) yang berlokasi di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penyampaian data lapangan kepada para pemangku kepentingan. Dalam pemaparannya, Muhammad Rafi Bimo Nugraha selaku Ketua Lembaga Wana Aksara memberikan poin-poin strategis hasil kajian yang telah dilakukan secara komprehensif di wilayah tersebut yang bertujuan untuk membangun pemahaman bersama antara perusahaan, lembaga pengkaji, dan pemerintah setempat. Fokus utama kajian sosial ini adalah untuk memetakan kondisi masyarakat sekitar hutan serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang partisipatif dan transparan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menyediakan data yang akurat guna mendukung perencanaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap narasumber dalam sesi presentasi tersebut. Melalui diskusi dua arah, diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi acuan bagi PT Sikatan Wana Raya dalam menjalankan operasional yang selaras dengan nilai-nilai sosial dan kearifan lokal di Kabupaten Gunung Mas. Sinergi ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah di Kalimantan Tengah.

Partisipasi aktif para pemangku kepentingan yang hadir dalam diskusi dengan kehadiran jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang duduk bersama para tokoh masyarakat, perwakilan dari unsur TNI dan Polri juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap aspek keamanan dan ketertiban masyarakat terkait rencana kegiatan di wilayah tersebut. Kehadiran aparat keamanan ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektoral dalam setiap tahapan kajian sosial yang dilakukan oleh Lembaga Wana Aksara.
Selain unsur keamanan, pemerintah desa dan tokoh lokal yang hadir dari beragam elemen mencerminkan keterbukaan dan transparansi dalam proses perencanaan. Dialog yang terbangun antara pengkaji, perusahaan, pemerintah, dan tokoh masyarakat ini diharapkan mampu melahirkan kesepahaman bersama demi kepentingan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas.
Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan, Camat Damang Batu Tinjau Puskesmas Marikoi
Oleh admin damang batu / April 15, 2026

TUMBANG MARIKOI – Guna memastikan pelayanan publik di sektor kesehatan berjalan optimal, Camat Damang Batu, Bapak Boby, S.STP., M.Si. didampingi oleh Lurah Tumbang Marikoi, Bapak Kasuma, SE, melaksanakan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Marikoi, Rabu (15/04/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam memantau langsung fasilitas dan kesigapan tenaga medis di wilayah pedalaman.
Setibanya di lokasi, Camat Boby langsung meninjau sejumlah fasilitas penting, mulai dari loket pendaftaran, ruang pemeriksaan, hingga ketersediaan obat-obatan di apotek puskesmas. Dalam bincang-bincangnya dengan para petugas kesehatan, beliau menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan responsif bagi masyarakat di Kecamatan Damang Batu.
“Puskesmas Marikoi adalah garda terdepan kesehatan bagi warga kita di Tumbang Marikoi dan sekitarnya. Kami ingin memastikan setiap warga yang datang mendapatkan pelayanan terbaik tanpa kendala administrasi yang berbelit,” ujar Camat Boby di sela-sela kunjungannya.
Selain meninjau sarana fisik, Camat juga menyempatkan diri berdialog dengan beberapa pasien yang tengah mengantre. Beliau mendengarkan masukan terkait jam pelayanan dan kenyamanan ruang tunggu. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada para tenaga medis agar tetap semangat mengabdi meski berada di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Kepala UPT Puskesmas Marikoi menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah kecamatan sangat krusial dalam mengatasi tantangan layanan kesehatan di daerah, terutama terkait koordinasi lintas sektoral untuk mendukung program-program kesehatan masyarakat seperti posyandu dan pencegahan stunting.
Diharapkan dengan adanya pengawasan langsung secara berkala ini, kualitas derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Damang Batu, khususnya di bawah naungan Puskesmas Marikoi, dapat terus meningkat secara signifikan.

Penyerahan ATM “Huma Betang Sejahtera”
Oleh admin damang batu / Maret 9, 2026
Pelaksanakan penyerahan secara simbolis kartu ATM “Huma Betang Sejahtera” dari Gubernur Kalteng pada hari Senin tanggal 9 Maret 2026 di Kantor Kec. Damang Batu, dan beberapa masyarakat yang terdata mewakili untuk menerima Kartu ATM Huma Betang Sejahtera.




Menjaga Asa di Ujung Negeri: Catatan Monitoring Pendidikan di Kecamatan Damang Batu
Oleh admin damang batu / April 14, 2026

Hari ini, langkah kami kembali menyusuri satuan-satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Damang Batu. Di balik dinding bangunan yang sederhana dan segala keterbatasan yang ada, saya menemukan sesuatu yang tak ternilai: semangat luar biasa dari para guru yang setia mengabdi, serta senyum tulus anak-anak yang belajar dengan penuh harapan.
Ada rasa haru yang mendalam menyaksikan ketulusan tumbuh di tempat yang jauh dari kata cukup. Namun, kunjungan ini juga membawa pesan pengingat yang kuat. Masih ada ruang yang harus kita benahi bersama—mulai dari kedisiplinan, tingkat kehadiran, hingga tanggung jawab dalam mengemban amanah pendidikan.
Masa depan anak-anak kita adalah investasi yang tidak boleh ditawar. Monitoring ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan pengingat bahwa setiap kebijakan dan langkah yang kita ambil hari ini akan menentukan arah generasi masa depan Damang Batu. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus memperbaiki diri dan menjaga api harapan itu tetap menyala.
Di balik keterbatasan fasilitas di pelosok Damang Batu, saya melihat semangat yang melampaui keadaan. Terima kasih kepada para guru yang tetap teguh mengabdi, dan anak-anak yang tak pernah berhenti bermimpi. Namun, rasa haru ini beriringan dengan evaluasi. Pendidikan adalah amanah yang besar; kedisiplinan dan tanggung jawab adalah kunci yang tak bisa ditawar. Karena masa depan generasi kita bermula dari ketegasan kita hari ini dalam membenahi sistem.
Terus bergerak, terus memperbaiki. Demi masa depan Damang Batu yang lebih cerah.

Akses Jalan Terputus Akibat Longsor, Camat Damang Batu Tinjau Lokasi dan Cari Solusi Jalur Baru
Oleh admin damang batu / April 14, 2026

DAMANG BATU – Camat Damang Batu, Boby, S.STP., M.Si., beserta jajaran staf Kantor Kecamatan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Tumbang Mahuroi pada Selasa (07/04/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyambangi warga sekaligus menindaklanjuti laporan terkait rusaknya jalan penghubung antara Desa Karetau Sarian dan Desa Tumbang Mahuroi yang kian memprihatinkan.


Kondisi jalan saat ini dilaporkan lumpuh total akibat runtuhnya badan jalan di tepian Sungai Kahayan. Seorang tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Tumbang Mahuroi mengungkapkan bahwa akses darat dari desanya kini tidak bisa dilalui. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jalur sungai menggunakan klotok. Namun, derasnya arus Sungai Kahayan menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga yang melintas.
Kerusakan jalan ini disinyalir diperparah oleh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di lahan milik masyarakat sekitar yang menyebabkan struktur tanah tidak stabil.
Ketua RT.02 Desa Tumbang Mahuroi, Bartholomeus Aceh, mendesak pemerintah kecamatan untuk segera mengambil langkah perbaikan. Ia menyebutkan, terputusnya jalan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan pendidikan. “Banyak anak sekolah, khususnya siswa SMPN Satap 2 Damang Batu, yang kini terhambat perjalanannya menuju sekolah,” ujarnya.
Saat meninjau lokasi bersama tokoh masyarakat setempat, Bapak Kena, Camat Boby mengonfirmasi bahwa hampir 100 persen kondisi jalan tersebut sudah tidak layak, baik untuk kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Lokasi yang berada persis di bibir sungai sangat rawan longsor susulan yang berisiko memakan korban jiwa.
Sebagai solusi jangka pendek, Camat Damang Batu meminta tokoh masyarakat untuk merangkul pemilik lahan di sekitar lokasi agar bersedia menghibahkan sebagian tanahnya. “Kami mendorong partisipasi masyarakat pemilik lahan untuk menghibahkan tanah guna pembukaan jalur badan jalan baru. Ini adalah langkah paling memungkinkan untuk mengganti akses yang sudah rusak total akibat longsor,” tegas Boby di sela peninjauan tersebut.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan warga di lokasi peninjauan menjadi momen krusial untuk membahas masa depan akses transportasi desa. Camat secara langsung memberikan pemahaman kepada pemilik lahan di sekitar lokasi agar bersedia menghibahkan tanah mereka demi kepentingan bersama.
“Kita butuh jalur baru yang lebih stabil dan jauh dari bibir sungai. Saya sangat berharap dukungan dari para tokoh dan kerelaan pemilik lahan agar proses pembukaan jalan pengganti ini bisa segera kita laksanakan demi anak-anak kita yang bersekolah dan kelancaran ekonomi warga,” pungkasnya.

Audit Ketaatan Bagi Pemerintah Desa Di Kecamatan Damang Batu
Oleh admin damang batu / Maret 14, 2026
Lebih dari sekadar angka, persiapan “Lockdown” administratif pemerintahan desa di Kecamatan Damang Batu, yang akan dilaksanakan audit ketaatan pengelolaan keuangan dan aset desa Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam rangka pemeriksaan rutin tata kelola desa.

(Rabu, 17/12/2026)
Berdasarkan analis kebijakan publik, arahan Camat Damang Batu ini adalah strategi untuk memastikan akuntabilitas instan. Untuk memastikan seluruh perangkat desa terkait (Sekretaris Desa, Kaur/Kasi, Bendahara Desa, TPK dan pihak terkait lainnya) harus hadir dan tidak meninggalkan tempat tugas.
Camat Damang Batu, Boby, S.STP, M.Si, juga memberikan penekanan keras pada aspek kepemimpinan, dijelaskan bahwa Kepala Desa adalah nakhoda yang memikul tanggung jawab penuh. Dokumen yang tidak siap atau perangkat desa yang absen saat diaudit, hal tersebut tidak akan dipandang sebagai kelalaian staf semata, melainkan kegagalan manajemen Pemerintah Desa secara keseluruhan. Beban kepemimpinan sangat krusial dalam tata kelola keuangan negara, ketidaksiapan administrasi memiliki konsekuensi hukum dan administratif yang serius. Kepala Desa dituntut untuk memastikan seluruh “alat tempur” administrasinya sudah siap sebelum tim audit menginjakkan kaki di kantor desa.
Banyak perangkat desa yang terjebak dalam pola pikir bahwa audit hanyalah soal menghitung sisa saldo. Padahal materi pemeriksaan biasanya secara spesifik menyoroti Kebijakan Desa dan Kelembagaan Desa. Ini akan membedah apakah setiap kebijakan memiliki dasar hukum yang sah.
Beberapa instrumen legalitas yang menjadi sorotan utama meliputi:
- Peraturan Desa (Perdes) dan Peraturan Kepala Desa (Perkades).
- Dokumen perencanaan strategis: Rencana Kegiatan Desa (RKPDes) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) Tahun 2025.
- Keabsahan SK-SK operasional, seperti SK PTPKD, SK RT, SK PKK, serta keterlibatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).
Tanpa landasan SK dan Perdes yang kuat, setiap pengeluaran keuangan, sekecil apa pun bisa dianggap cacat prosedur. Legalitas adalah “nyawa” dari setiap sen dana publik yang digunakan.
Tren audit modern di tahun 2026, tidak lagi sekadar percaya pada angka di atas kertas. Auditor kini menuntut bukti fisik dan visual yang tak terbantahkan. Hal ini dilakukan untuk memitigasi risiko adanya “ghost projects” atau kegiatan fiktif yang hanya bagus di laporan. Berdasarkan materi pemeriksaan bidang Keuangan dan Aset Desa, setidaknya ada 5 dokumen teknis paling krusial yang wajib ada:
- Foto Visual Kegiatan: Bukti dokumentasi fisik setiap tahap pengerjaan proyek di lapangan.
- Buku Inventaris Desa & Nomor Register Aset: Daftar lengkap aset yang dibeli dengan uang negara agar tidak hilang atau berpindah tangan.
- SPJ Keuangan Desa & Laporan Realisasi Anggaran (LRA): Rincian mendalam penggunaan dana per sumber dana.
- Rekening Koran & Buku Kas Umum: Sinkronisasi arus kas keluar-masuk yang harus cocok hingga ke angka satuan terkecil.
- Bukti Setor Pajak: Jaminan bahwa desa tidak hanya belanja, tetapi juga patuh pada kewajiban perpajakan negara.
Untuk menuju Tata Kelola Desa yang Berintegritas, Pemerintah Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas memandang proses ini sebagai “upgrading” budaya kerja, bukan sekadar mencari-cari kesalahan. Audit yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Gunung Mas, dilaksanakan pada awal bulan April. Ini adalah langkah untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana desa benar-benar terkonversi menjadi kesejahteraan masyarakat melalui prosedur yang transparan.
Audit ketaatan (compliance audit) bukan sekadar rutinitas administratif tahunan, melainkan sebuah Mandat Pengawasan yang menjadi instrumen strategis untuk memvalidasi legitimasi pemerintahan desa. Dalam lanskap akuntabilitas Kabupaten Gunung Mas, audit atas pengelolaan keuangan dan aset desa Tahun Anggaran (TA) 2025, merupakan mekanisme penjaminan kualitas (quality assurance) yang menentukan kredibilitas entitas di mata publik. Inspektorat Kabupaten Gunung Mas bertindak sebagai pemicu (trigger) krusial bagi penguatan sistem pengendalian internal.
Kesiapan dokumen yang komprehensif bukan hanya soal kepatuhan, melainkan Determinan Opini Audit, yang akan memengaruhi penilaian daerah terhadap performa desa. Kegagalan dalam menyajikan data yang valid mencerminkan lemahnya manajemen risiko organisasi, yang secara langsung dapat mendegradasi kepercayaan otoritas di atasnya. Kesiapan mental perangkat desa harus diselaraskan dengan rigitnya fondasi hukum yang menjadi basis pemeriksaan.
Kebijakan desa merupakan Payung Hukum Operasional (Rule of the Game) yang mengabsahkan setiap rupiah penggunaan anggaran. Tanpa hierarki regulasi yang jelas, tindakan administratif kehilangan landasan yuridisnya. Sinkronisasi antara Perkades dan Keputusan Kepala Desa sangat krusial untuk menghindari tumpang tindih kewenangan (overlapping) atau kekosongan hukum. Ketidaksinkronan regulasi internal sering kali menjadi celah bagi temuan maladministrasi yang dapat berujung pada sanksi administratif maupun hukum.
Integritas tidak dibangun dalam semalam, ia tercermin dari tumpukan berkas yang tertata rapi dan data yang akurat.
Struktur organisasi yang sehat mencerminkan berjalannya sistem checks and balances. Kelembagaan yang kuat memastikan bahwa “Urusan yang diserahkan kepada Desa” dikelola dengan prinsip transparansi. Tertib administrasi keuangan adalah refleksi dari integritas kepemimpinan desa. Dalam audit TA 2025, integrasi antara catatan bank dan buku kas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memitigasi risiko Kerugian Negara/Desa.
Sinergi Digital dalam Focus Group Discussion (FGD)
Oleh admin damang batu / Maret 13, 2026
Palangka Raya (Rabu, 11/03/2026) Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari masyarakat adat dan instansi kesehatan, dimana pertemuan daring melalui platform Zoom Workplace. Peserta dari berbagai latar belakang, seperti perwakilan Masyarakat Adat dan tokoh lokal dari kecamatan.

Diskusi ini berhasil mempertemukan perspektif dari berbagai titik ujung Indonesia, mulai dari Dinkes Aceh Jaya, Dinkes Kab. Lamandau, hingga Dinkes Asmat dan Bulukumba. Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah ini memastikan bahwa kebijakan yang dirancang nantinya akan relevan dengan kondisi geografis dan sosial budaya setempat.
Agenda utama mengenai modifikasi layanan di wilayah DTPK (Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan) serta Kawasan Hutan dan Komunitas Adat Terpencil (KAT) menunjukkan upaya serius pemerintah dalam menghapus sekat hambatan akses kesehatan (Fokus pada Kelompok Rentan).
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah:
- Meningkatkan Akses dan Mutu: Mengumpulkan data dan informasi mengenai permasalahan serta kebutuhan kesehatan guna memperkuat pelayanan di kawasan terpencil dan sangat terpencil.
- Modifikasi Pelayanan: Merancang modifikasi pelayanan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik spesifik di Daerah Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan (DTPK), Kawasan Hutan, dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).
- Kolaborasi: Melibatkan berbagai pemangku kepentingan pusat dan daerah, termasuk bekerja sama dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), untuk memberikan masukan aktif dalam diskusi.
Dengan berakhirnya FGD ini, terkumpul berbagai masukan berharga yang akan menjadi fondasi dalam menyusun protokol kesehatan yang lebih adaptif, sensitif budaya, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kegiatan ini diakhiri dengan semangat optimisme. Perjalanan menuju kesehatan yang merata di pelosok negeri memang menantang, namun dengan kolaborasi erat antar instansi dan masyarakat adat, transformasi layanan kesehatan yang inklusif bukan lagi sekadar impian.
Penghormatan Terakhir Kepada Salah Satu Tokoh di Kecamatan Damang Batu
Oleh admin damang batu / Maret 12, 2026

Tumbang Marikoi (Rabu, 11/03/2026) suasana khidmat dan penuh rasa duka menyelimuti halaman Kantor Kecamatan Damang Batu saat rombongan mobil ambulans yang membawa jenazah mendiang Alm. Rencau (Mantir Adat Kelurahan Tumbang Marikoi) yang akan dikebumikan di TPU Kelurahan Tumbang Marikoi. Di bawah langit yang sedikit mendung, Camat Damang Batu bersama seluruh ASN Kantor Kecamatan Damang Batu dan didampingi Damang Kecamatan Damang Batu (Ngoa) di barisan depan bersama keluarga mendiang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bobi selaku Camat Damang Batu dan juga Ketua DAD Kecamatan Damang Batu memimpin langsung prosesi pelepasan singkat ini. Momen ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud kepedulian dan ikatan kekeluargaan yang kuat antara pemerintah kecamatan dengan warganya. Selanjutnya Camat Damang Batu menyampaikan sepatah kata perpisahan, melepas keberangkatan jenazah menuju peristirahatan terakhir, sembari memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah menghadapi kehilangan ini.
Kehadiran seluruh elemen kecamatan di pelataran kantor tersebut menjadi saksi bahwa jasa dan kenangan mendiang akan selalu dihormati oleh masyarakat Kecamatan Damang Batu, khususnya masyarakat Kelurahan Tumbang Marikoi dan sekitarnya.