Lembaga Wana Aksara Gelar Pemaparan Hasil Kajian Sosial di Kecamatan Damang Batu

DAMANG BATU – Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga kajian dan pemerintah daerah, Lembaga Wana Aksara dijadwalkan akan menggelar agenda penting berupa Pemaparan Hasil Kajian Sosial pada Sabtu, 18 April 2026 mendatang. Acara ini akan dipusatkan di Kantor Kelurahan Tumbang Marikoi Kecamatan Damang Batu.

Camat Damang Batu, Bapak Boby Bangas, hadir dan memberikan tinjauan langsung terhadap hasil kajian tersebut dari paparan Ketua Lembaga Wana Aksara, Muhammad Rafi Bimo Nugraha. Kegiatan ini bukan sekadar presentasi formal, melainkan sebuah ruang dialog strategis. Lembaga Wana Aksara bermaksud melibatkan para pemangku kepentingan, terutama pemerintah desa dan masyarakat setempat, guna menghimpun masukan, saran, serta pandangan yang konstruktif. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di masa depan memiliki landasan sosial yang kuat dan relevan dengan kondisi di lapangan.

Pihak penyelenggara menekankan bahwa partisipasi aktif dari pimpinan wilayah dan tokoh masyarakat sangat krusial. Kehadiran para pemangku kepentingan dipandang sebagai bentuk dukungan nyata dalam mewujudkan perencanaan program yang partisipatif, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan adanya keterbukaan informasi melalui pemaparan hasil kajian ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang solid antara Lembaga Wana Aksara dan perangkat daerah demi kemajuan pembangunan sosial di wilayah Kecamatan Damang Batu.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Wana Aksara secara resmi memaparkan hasil Kajian Sosial terkait wilayah kerja PT Sikatan Wana Raya (SWR) yang berlokasi di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penyampaian data lapangan kepada para pemangku kepentingan. Dalam pemaparannya, Muhammad Rafi Bimo Nugraha selaku Ketua Lembaga Wana Aksara memberikan poin-poin strategis hasil kajian yang telah dilakukan secara komprehensif di wilayah tersebut yang bertujuan untuk membangun pemahaman bersama antara perusahaan, lembaga pengkaji, dan pemerintah setempat. Fokus utama kajian sosial ini adalah untuk memetakan kondisi masyarakat sekitar hutan serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang partisipatif dan transparan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menyediakan data yang akurat guna mendukung perencanaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap narasumber dalam sesi presentasi tersebut. Melalui diskusi dua arah, diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi acuan bagi PT Sikatan Wana Raya dalam menjalankan operasional yang selaras dengan nilai-nilai sosial dan kearifan lokal di Kabupaten Gunung Mas. Sinergi ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah di Kalimantan Tengah.

Partisipasi aktif para pemangku kepentingan yang hadir dalam diskusi dengan kehadiran jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang duduk bersama para tokoh masyarakat, perwakilan dari unsur TNI dan Polri juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap aspek keamanan dan ketertiban masyarakat terkait rencana kegiatan di wilayah tersebut. Kehadiran aparat keamanan ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektoral dalam setiap tahapan kajian sosial yang dilakukan oleh Lembaga Wana Aksara.

Selain unsur keamanan, pemerintah desa dan tokoh lokal yang hadir dari beragam elemen mencerminkan keterbukaan dan transparansi dalam proses perencanaan. Dialog yang terbangun antara pengkaji, perusahaan, pemerintah, dan tokoh masyarakat ini diharapkan mampu melahirkan kesepahaman bersama demi kepentingan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top